Arsip

Friday, May 12, 2017

Ejekan dan Hinaan itu Energi Untuk Meraih Impian

Klikalfon.com - Biasa nya emosi kita mulai tersulut harga diri mulai terbakar manakala kita mendengar orang lain menjelek-jelekan dan menghina kita. Ibarat bom waktu yang siap-siap akan meledak. Bagi kita yang gampang emosi mungkin telinga anda akan langsung panas dan tanganpun mulai terkepal ditambah gemeretak gigi yang tergesek-gesek dan ingin sekali melampiaskan semua amarah itu. Namun kadang ada juga kita temui orang yang seolah tenang dan berkepala dingin yang terlatih dengan hinaan dan ejekan alias tak gampang marah. Tapi orang yang beginian kadang memendam amarah dalam dirinya yang jika bener-bener meledak sampai bisa mengganggu mentalitas nya.

Ejekan dan Hinaan itu Energi Untuk Meraih Impian


Nah trus gimana kita menyikapi saat orang mulai menghina dan mengejek anda baik secara langsung ataupun tidak? Mungkin ada baiknnya anda lanjutkan membaca suatu kisah pada artikel saya yang sederhana ini untuk menjadikan celaan, hinaan atau ejekan kita mejadi energi  dan suplemen penyemangat hidup.

Jadi begini ada salah satu perusahaan minyak terbesar dunia yang menjalin kerjasama bisnis antara arab dan amerika. Jadi ceritanya diperusahaan itu sangat kental perbedaan perlakuan antara orang arab asli dengan orang amerika yang rata-rata mereka menduduki posisi jabatan tinggi perusahaan, bahkan bisa dikatana ibarat bumi dengan langit. 

Nah pada suatu kali ada seorang pekerja yang masih remaja sedang kehausan karena seharian bekerja. Jadi remaja yang hanya lulusan sekolah menengah itu menduduki pegaawai posisi terendah di kantor melihat tempat air minum yang dingin dan segar. Diapun langsung mengambil gelas untuk minum air dingin itu untuk menghilangkan dahaganya.  Tapi tak disangka tiba-tiba saat hendak ingin meminum air tersebut ia mendengar suara yang keras dan kasar dari belakangnya menghardiknya. Suara itu berasal dari pekerja asal Amerika yang berkata "Hai kau, Gak boleh sembarangan minum air itu, Biar kamu tahu ya air itu hanya untuk Insinyur, bukan untuk pegawai rendahan sepeti kau!" 

Banyak orang yang mudah sekali terbakar emosi saat dihina. Banyak orang yang gampang marah saat dicela. Tapi, mereka yang mampu mengubah hal negatif menjadi dorongan semangat, justru akan mampu mendapatkan lompatan luar biasa untuk mewujudkan impiannya

Anda bisa bayangkan kan jika anda diposisi pemuda itu? jangan anda, saya yang menulis kisah tadipun jika diperlakukan demikian pun pasti akan marah.  Jadi lanjut ceritanya remaja itupun langsung pergi menuruti perintah orang amerika itu. Tapi yang sebenarnya yang membuatnya sangat tidak enak itu bukan karena menahan dahaga tapi perasaan terhina mengapa di negaranya sendiri ia tak boleh minum air itu. (Seperti yang terjadi di negara kita ini ya kan woi). Jadi hanya karena statusnya cuma sebagai pegawai rendahan di kantor itu ia tidak boleh untuk dapat air gratis yang sebenarnya air itu gratis yang bisa diminum oleh siapa saja. 

Saking sakitnya hinaan itu pemuda itu berjanji pada dirinya untuk sekolah yang lebih tinggi  untuk mengubah nasibnya dan mendapatkan jabatan yang lebih baik di kantornya. Lantas apa yang pemuda ini lakukan, ia belajar dengan sangat giat dan tekun. Siang hari ia pakai untuk bekerja dan pada malam harinya ia mengambil kelas untuk meraih pendidikan yang setinggkat SMA. Dalam kondisi tersebut sudah tentu jarang punya waktu untuk bergaul dengan teman-teman sebanya. Waktu nya di gunakan untuk belajar dengan tekun sambil bekerja. Nah yang lebih membuatnya jengkel lagi adalah ketika dia mencerita obesesinya untuk memperbaiki nasib orang asli di perusahaan itu ia malah tertawai oleh teman-temannya. Bukannya malah tersudur kehilangan semangat malah dia makin rajin dan semangat belajar untuk membuktikan ucapannya itu. 

Ejekan dan Hinaan itu Energi Untuk Meraih Impian


Karena bekerja sangat giat dan cepat belajar akhirnya dia setelah lulus dari SMA remaja yang gigih ini mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan beasiswa belajar ke perguruan tinggi di Amerika. Tak menyia-nyiakan kesempatan itu pemuda itu mengambil jurusan bidang teknik yang nantinya akan memberinya gelar insinyur. Kesempatan yang ia dapatkan ini harus betul-betul dia manfaatkan untuk "membalas" masa lalunya yang dianggap sebagai pemicu semangatnya tersebut. Akhirnya pemuda itu lulus dan sudah menjadi insinyur bahkan diberi beasiswa lagi untuk meneruskan gelar Master Bidang Geologi.

Dan tibalah ia untuk kembali ke negaranya, pemuda itu pun tak berhenti pada obsesinya saja sebagai pekerja biasa. Ia malah terus berkarya secara maksimal sehingga karirnya melesat cepat. Dari menjadi kepala bagian, ia pun mendapat posisi kepala cabang, manajer umum dan akhirnya dia dipercaya menjadi wakil direktur di perusahaan itu. Dan wakil direktur di perusahaan itu adalah jabatan tertinggi yang pernah di peroleh oleh orang lokal di perusahaan itu. Nah yang membuat lucu disini adalah dia mendapati insinyur yang telah merendahkannya dulu menjadi bawahannya. 

Suatu ketika si insinyur angkuh itu memohon maaf atas peristiwa yang dulu pernah terjadi diantara mereka. Bijaknya pemuda itu berkata,

Aku ingin berterima kasih padamu dari lubuk hatiku yang paling dalam karena kau telah melarangku minum pada saat itu. Ya dulu aku pernah benci padamu, tapi kusadari kamulah sebab kesesuksesanku hingga aku menjadi seperti hari ini

Dari kisah diatas pemuda itu telah berhasil mengubah penghinaan atas dirinnya menjadi pemicu semangat untuk meraih kesuksesannya. Bahkan terakhir ia dipercayakan menjadi Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi. Pemuda itu berhasil mengubah "dendamnya" menjadi energi yang menjadi pemicunya semangatnya untuk mengubah nasib.

Saya, Anda atau kita semua pasti pernah mengalami penghinaan kita. Jangan kita Rasul kita Baginda Nabi Muhammad mengalami penghinaan-penghinaan yang kita sendiri tak bisa membayangkannya ketika berdakwah.  

Ejekan dan Hinaan itu Energi Untuk Meraih Impian


Tak hanya hinaan bahkan penolakan-penolakan ketika kita menjual sesuatu, diremehkan ketika memulai perjuangan meraih impian, tidak di anggap di pergaulan dan di lingkungan kerja, di acukan saat memberi pendapat, hingga aneka bentuk "pelecehan"yang disadari atau tidak. Marah adalah sifat manusia dan itu manusiawi sekali Emosi pun wajar terjadi karena pelecehan dan penghinaan itu. Tapi, reaksi kita atas segala bentuk ejekan itu sebenarnya bisa membuat kita ke arah untuk hal yang lebih baik. 

Bukankah marah dan emosi tak akan pernah berakhir dengan penyelesaian masalah?  Malah yang ada hanya bersisa Malu dan bahkan menampak problematika yang baru. Mari kita ubah penghinaan dan ejekan ini sebagai energi untuk meraih impian kita.

Ejekan dan Hinaan itu Energi Untuk Meraih Impian


Jangan biarkan emosi sesaat mengacaukan pikiran anda
Jangan izinkan kemarahan mendatangkan kemurkaan
Jangan biarkan dendam menutupi tujuan muliamu

Kisah tadi adalah bukti nyata bahwa ejekan sebenarnya adalah "energi" yang akan menarik kekuatan dalam diri untuk bertransformasi meraih mimpi. Jangan mundur karena ejekan dan hinaan.

No comments:

Post a Comment