Arsip

Monday, October 17, 2016

Benarkah Mencicil Itu Menguntungkan ?

Masih ingatkah barang apa saja yang kita beli dengan cara mencicil? Rumah dan Mobil merupakan dua barang yang umumnya dibeli dengan cara kredit dan pembayarannya di cicil setiap bulan. Namun sekarang ini, bukan barang yang harganya sangat mahal yang bisa dibeli dengan mencicil. Televisi, kulkas, ponsel bahkan blender sekalipun bisa dibeli dengan cara mencicilnya. Namun jangan gelap mata, benarkah cicilan memang membuat kita lebih untung? pernah kah terlintas di dalam benar anda apakah sebenarnya justru lebih baik membayar lunas semuanya dan tidur nyenyak karena hidup bebas hutang?

Sebaiknya mencicil itu disesuaikan dengan jenis barangnya. Ada dua jenis barang yaitu :
1. Barang Produktif
2. Barang Konsumtif

Kalau barang konsumtif itu maksudnya barang yang tidak bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan uang kembali. Seperti Misalnya Ponsel (smartphone), mesin cuci, televisi, Sedangkan barang produktif bisa "diputar" untuk menghasilkan uang kembali. Tapi barang yang konsumtif itu masih bisa di manfaatkan kembali menjadi barang yang produktif, Misalnya Ponsel (smartphone) bisa digunakan menjadi online shop, mesin cuci pribadi bisa dimanfaatkan menjadi layanan loundry di sekitar tempat tinggal, Tergantung seberapa kreatif kita memanfaatkan barang konsumtif menjadi produktif.

Benarkah Bahwa Mencicil Itu Menguntungkan ?


Barang konsumtif sebaiknya dibeli secara tunai saja karena jika dicicil maka bunga yang dikenakan cukup besar. Maksudnya kita akan membayar harga yang lebih mahal dari harga seharunya. Misalnya begini Katakanlah untuk bisa memiliki dengan cara mencicil sebuah ponsel smartphone samsung s7  seharga Rp. 1.000.000 dikenakan Bunga Rp. 100.000. Seandainya jika kita bisa membayar lunas, kita masih bisa berhemat Rp. 100.000 dan malah bisa digunakan untuk membeli barang lain atau diinvestasikan ke hal yang lain.

LANGKAH BIJAK SEBELUM MENCICIL

Bicara tentang cicilan tidak berhenti hanya pada masalah mengukur waktu atau periode cicilan, tapi juga kemampuan. Umumnya orang yang mencicil barang dengan harga yang mahal karena memang tidak mampu membayar tunai. Namun setiap orang memiliki batas kemampuan untuk membayar cicilan. "Jadi periode ideal sebaiknya disesuaikan juga dengan kemampuan mencicil. Semakin pendek waktu cicilannya, secara logika bunga yang perlu dibayarkan juga akan lebih sedikit. Tapi jangan sampai memaksakan diri hingga menelantarkan prioritas lain yang lebih penting dibandingkan cicilan".

Contohnya begini :
Kewajiban orang tua yang harus mulai menabung untuk kebutuhan sekolah anak. Tapi karena ingin sekali memiliki mobil pribadi maka sebagian besar penghasilan malah digunakan untuk membayar cicilan mobil. Padahal ini bisa saja disiasati dengan mengecilkan cicilan sehingga investasi untuk anak pun bisa dijalankan. 

Benarkah Bahwa Mencicil Itu Menguntungkan ?


CICILAN 0%

Pada saat sekarang ini banyak penawaran kredit yang semakin gencar dengan syarat yang tampaknya mudah. Saat menerima tagihan karena kredit. tidak jarang katalog produk yang disertakan juga membuat anda tergiur untuk mencicil barang idaman karena memberikan penawaran cicilan 0%. Cicilan yang di klaim memberikan bunga nol persen ini biasanya tidak hanya berlaku untuk barang elektronik. terkadang juga ada peralatan rumah tangga. Tenor 6 bulan atau 12 bulan ditawarkan bisa dicicil tanpa bunga.

Cicilan nol persen ya memang masih bisa di pertimbahkan, tapi tentunya ada syarat dan ketentuan yang berlaku yang harus jeli anda perhatikan. Kita harus tetap waspada terhadap jumlah total cicilan yang harus di bayar. Bagaimanapun cicilan akan menjadi suatu beban dan kewajiban. Ada tanggal tertentu yang tak boleh di abaikan untuk membayar cicilannya. Kalau sampai lupa, bunga dan denda tetap berlaku. Bahkan "Bisa jadi harga barang sebenarnya sudah di naikkan terlebih dahulu baru kemudian bisa dicicil nol persen" Bisa saja kan...

Benarkah Bahwa Mencicil Itu Menguntungkan ?

BAGAIMANA BILA MENCICIL JANGKA PANJANG

Beda dengan cicilan yang hanya berperiode 6 sampai 12 bulan, cicilan jangka panjang tentunya membutuhkan perhitungan matang dengan mempertimbangkan kemampuan secara finansial untuk jangka panjang juga. Ada tiga hal yang harus diketahui jika ingin berencana mencicil jangka panjang, KPR misalnya.

Penghasilan Tetap. Untuk bisa bertanggung jawab atas cicilan yang diambil, pastikan anda sebagai pembayar cicilan memiliki penghasilan untuk jangka panjang ke depannya. Misalnya "Berniat mencicil KPR untuk 15 tahun padahal 5 tahun lagi sudah pensiun dan tidak ada lagi penghasilan lain pada saat pensiun".

Asuransi Jiwa. Pastikan anda yang sudah berumah tangga (anda suami atau istr) berperan sebagai penanggung cicilan jangka panjang, juga ikut asuransi yang diperlukan. "Hal ini akan melindungi pihak yang ditinggalkan utang apabila terjadi sesuatu yang fatal seperti kematian atau kecelakaan yang  mengakibatkan pembayar cicilan kehilangan penghasilan".




TIPS CERDIK MENCICIL TANPA BEBAN

Agar cicilan tidak menjadi beban dan bunganya mencekik  anda, beberapa tips berikut bisa anda terapkan :

Sebelum memutuskan untuk mencicil, selalu bayar tunai apapun yang anda beli kecuali barang produktif atau rumah pertama yang anda miliki. Tidak semua barang harus dicicil.


Jika berencana menggunakan kartu kredit, walaupun mencicil dan jika memang ada dananya, bayarlah lunas setiap tagihan bulanan anda. Ini akan menghindari bunga yang berbunga.


Jika perlu mencicil, pastikan anda mencicil untuk barang yang dirasa sangat dibutuhkan dan bukan sekedar untuk bergaya. Jika memungkinkan carilah cicilan nol persen atau bunga yang paling kecil.

Terakhir dan yang paling penting pastikan total beban cicilan tidan melebihi 15 persen penghasilan untuk cicilan kartu kredit atau cicilan kendaraan bermotor, tapi boleh sampai 30 persen kalau memang cicilan rumah. 


Pokoknya teliti dan disiplinlah. Cicilan bisa menjadi sahabat jika sanggup dan mematuhi sistem pembayarannya tapi justru menjadi lawan jika lalai membayar dan tercekik bunga serta denda. Mencicilah dengan Bijak

4 comments:

  1. wah baru tadi nggak sengaja lihat vlognya pak alvon, sekarang udah nulis aja hehe. Bermanfaat lagi tulisannya buat yang boros kayak aku (walau belom ada kreditan)

    salam kennal pak saya ahmad salim

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sudah berkunjung ke blog saya bang ahmad.. mudah2an tulisann yang sederhana ini bisa bermanfaat bagi banyak orang.. anak blog m juga ya ahmad...

      Delete
  2. Setuju! Cicilan itu ibarat pisau bermata dua. Bisa bermanfaat, bisa juga bikin masalah baru. Kebetulan aku ngga termasuk orang yang suka berhutang di KK, jadi so far masih relatif amanlah pengeluarannya :D.

    ReplyDelete
  3. sekarang cicilan saya tetap nih. kayak beli mouse buat ngedota , nyicil. tapi cicilan yg beneran perbulan ada kayak bank, asuransi dan tabungan. dicicil uangnya produktif diinvestasikan

    ReplyDelete