Arsip

Friday, August 5, 2016

Cinta Mengalahkan Tantangan Mendidik Anak

Namanya juga anak-anak kalo nakal dan aktif atau Melasak kata orang medan itu udah biasa. Kadang tingkah anak-anak ada yang lucu, menggemaskan tapi tak jarang juga menjengkelkan yang bisa saja membuat kita marah.

Sebisa mungkin untuk menghindari marah-marah atau terlalu sering melarang dan mengomeli mereka. They just a kid... Nah kalo udah jadi orang tua baru paham. :D yang masih pacaran yang udah manggil "papa" dan "mama"  belum ngerti la apalagi yang jomblo-jomblo. Justi kidding kok :)

Berpause di Taman  Auditorium USU Medan

Bapakku dulu pernah bilang gini "oh nak ku, Zaman ini bisa berubah, Teknologi bisa makin hebat Tapi Mendidik Anak Tetap Sama dengan kasih sayang dan cinta".

Akupun pernahnya Bandel, Melasak dan kenakalan-kenakalan lain waktu masih anak-anak. Dan tak jarang aku kena Repetan dan Sekaligus dilibas sama mamak ku dulu, ya gitu Multitasking Sinergi antara Repetan dan Libasan Love u Mak :D. Dan semua itu diceritakan dengan tajam setajam silet saking detailnya oleh mamakku. Pasti ada cerita - cerita kenakalan yang diceritan oleh mamaku dari yang lucu sampai kenangan yang memalukan. Kalau pun aku jadi mamaku dulu yang memang aku pantes di libas ya karena kenakalan ku dulu pasti keterlaluan, sampe di libas.

Kalo dulu agak perih pantat dan kakiku, tapi kalo sekarang aku kangen  di libas mamak lagi :D. Gimana nakalnya dan merpotkannya aku dulu mulai anak-anak sampai kenakalan masa remaja. Nah gitulah apa yang dirasakan sama Bapak dan Mamak ku dulu dengan yang kurasakan sejak jadi orang tua. Mendidik anak bukan lah perkara yang mudah begitu besar tantangannya. Apalagi sekarang ni di Era Cyber dan Gadget tantangan nya lebih sulit, beda zaman kalian atau zaman saya masih remaja dulu.

Tapi setelah aku jadi orang tua  baru la ku tahu tak pernah ada orang tua yang dengan suka rela mau menghukum anaknya apalagi hukuman fisik. Karena hatinya akan tersayat perih setiap sabetan sapu lidi yang mendarat di tubuh kita. Tapi kenapa tetap dilakukan itu karena mereka ingin mendidik kita menjadi lebih baik untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

Cinta Mengalahkan Tantangan Mendidik Anak
Bersama dan waktu yang berharga untuk mereka

Aku kelahiran di tahun 1980, kalian pasti tau la fasilitas apa la yang ada di zaman tahun 80-an. Acara TV juga baru ada TVRI yang ada cuma unyil, donal bebek dan acara musik Aneka Ria Safari sama Album Minggu itupun udah keren waktu itu. (Cak kelen bayangkan kalo si Raffi Ahmad jadi pembawa acaranya...) jadi tontonanku sewajarnya tontonan anak2, permainanku juga tidak sekeren sekarang. Permainan yang bisa di buat sendiri malah. Energiku habis digunakan untuk bermain diluar. Jadi tak banyak hal-hal negatif yang bisa ku konsumsi karena tak banyak fasilitas selenmgkap di masa sekarang ini.

Game juga paling keren waktu itu Game Watch. Boy Band zaman dulu pun yang ku tahu cuma ada New Kid On The Block.. yang judulnya Step By Step.... (Bagi yang gak tau cari di youtube ya.. ) anak 90-an pasti tau.

Nah tak usah ku jelaskan lagi, kalian sudah tau seperti apa fasilitas saat sekarang ini. Tidak buruk juga tapi juga tidak jarang yang tidak mendidik. Lalu gadget - smartphone dan sejenisnya yang memang berguna tapi tetep harus di awasi juga penggunaannya karena tak selalu contentnya aman untuk dikonsumsi anak kita. Kita tidak bisa setiap detik untuk selalu mengawasi dan memfilter apa yang dia tonton. Kita sendiripun tau apa dampak negatifnya yang saya maksud.

Ya memang pada kenyataannya zaman ku dulu tidak akan bisa disamakan dengan zaman anak ku sekarang atau nanti ketika dia sudah besar. Akupun berfiki aku adalah  tantangan terberat orang tuaku ketika mereka mendidiku dulu. Dan anaku sekarang adalah tantangan terberatku untuk mendidik anak menjadi orang yang diharapkan semua orang tua kepada anaknya. Tidak ada cara yang mudah untuk mendidik anak, selalu ada proses dan tahapan yang harus di lalui. Mulai dari ketika mereka lahir kedunia, dan menyaksikan tumbuh kembangnya sampai dia bisa mengucapkan kata pertamanya "PAPA" atau "MAMA".

Tapi anakku dulu lebih duluan bilang MAMA. Makanya kelen sayangi lah mamak kelen. Jangan mau minta jajan baru kelen ingat sama mamak. atau beli pulsa buat beli kuota baru ingat mamak. atau pas lagi cari barang kalian baru cari mamak.
PTPN 2 Tanjung Morawa
PTPN 2 Tanjung Morawa

Pada artikel saya sebelumnya tentang Berkeliling Di PTPN2 Tanjugn Morawa, disitu aku sering mengajak anak ku bermain di alam terbuka membiarkan mereka puas berlari dan bergerak bebas di alam terbuka, sejenak melupakan TV dan Gadget yang mereka pakai untuk bermain Games. Kita tahu sendiri tak ada anak yang tak suka games. Berlari, Bermain dan Tertawa riang bersama mereka. Saya tidak melarang meraka menggunakan Gadget boleh saja tapi dengan aturan disiplin yang sudah saya terapkan kepada mereka.

Aku dikaruni anugrah paling indah sepanjang hidupku oleh Allah Swt yaitu seorang istri yang hebat yang telah memberikanku seorang putra berumur 7 tahun, dimana tahun 2016 ini adalah tahunnya pertamanya masuk sekolah. yang kedua seorang putri berumur 4 tahun.

Cinta Mengalahkan Tantangan Mendidik Anak
Es Krim itu wajib bagi anak-anak ini


Disela mereka bermain aku menjelaskan inilah ciptaan Allah Swt begitu indah dan segar dengan sedikit bercerita agak lebay ya memang begitu cara ku supaya anak ku mendengarkan dan mengerti apa yang ku jelaskan. Mereka pun menanggapi sesuai dengan imajinasinya dan caranya sendiri.

Cinta Mengalahkan Tantangan Mendidik Anak
Melihat Rusa di Auditorium USU Medan

Jangan pernah menolak untuk menjawab semua rasa ingin tahunya. Walaupun kita tak tahu tentang apa yang ditunjukanya jawab saja dengan apa saja asalkan dia senang bahwa pertanyaanya di tanggapi. Karena dengan begitu meraka merasa dihargai.

Ketika sedang solat jangan pernah larang mereka untuk bermain di dekat kita. Biarkan saja..., karena kelak mereka akan meniru apa yang kulakukan.

Ketika aku sedang bermain dengan putraku, aku menjadi monster dan putraku menjadi superhero nya, pokoknya aku menjadi anak-anak lagi di dekatnya. SuperHeronya adalah Spiderman (Asal Jangan Death Pool alamak mati kita) ya walau gak nyambung aku jadi monster Godzilla dia jadi Spiderman.... wkwkwkw

Ketika aku bersama putriku ketika bermain maka akupun jadi ANA dan Putriku jadi princessnya ELSA (film animasi FROZEN), besar hati aja la mainini permainan anak perempuan. Bermain make up-dimana akulah yang di make up yang hasilnya dia sendiripun takut. Atau setelah itu main masak-masakan dimana dia jadi ibu rumah tangganya aku jadi bapaknya. :D dan nyanyi lagu soundtrack lagu animasi FROZEN (let it go dengan tata bahasa acak adul versi anak 4 tahun).. sampe menyanyi lagu cinta nabi

Ya tau la kelen main sama anak cewek ribetnya. Itu belun denger curhatnya kalo udah besar.
Ajarkan untuk berbagi baik itu mainan dan makanan yang mereka punya pada temannya. Dan biasakan memberikan sedekah ketika didekatnya kaum duafa, jangan kita yang meberikan uang tapi berikan uang itu pada anak kita dan biarkan dia yang memberikannya sendiri.  Memang dia belum paham sekarang... 

Biasakanlah untuk selalu mengatakan Sayang sesering mungkin kepada Mamanya, kepadaku, kepada abangnya atau kepada adiknya. Memang mereka belum paham sekarang ..

Sempatkan untuk  selalu mengajak mereka jalan-jalan bersama walau hanya mengelilingi komplek saja kalo bisa setiap hari...  Memang mereka belum paham sekarang

Dan ketika rumah menjadi berantakan karena mainan mereka bersama-sama kami merapikan mainannya walau pun besok mainan akan berserakan lagi. Dan begitu seterusnya... sampai batas waktu yang tidak di tentukan... :D

Dinding rumah adalah saksi dari lukisan maha karya kedua anak ini. :D sudah tidak apa-apa gak usah di cat.

Ketika aku pulang bepergian atau setelah beraktifitas di luar sebisa mungkin membawakan oleh-oleh walaupun hanya sebuah permen. Kita pasti sering bertanya pada orang tua kita apa yang mereka bawa setelah mereka pulang kerja ketika kita masih anak-anak bukan?.. dan apa perasaan kita waktu itu, ketika orang tua kita pulang membawa oleh-oleh buat kita ? Mereka akan menjadikannya kenangan kelak..

Jangan pernah lupakan hari ulang tahunnya, rayakanlah sebisanya walau dirayakan secara sederhana saja.

Cinta Mengalahkan Tantangan Mendidik Anak
Merayakan ulang tahun putraku yang ke 4 Tahun

Setiap hari luangkanlah barang 10 detik saja memeluk anak kita dengan penuh kehangatan dan cinta. Mereka mungkin merasa risih di peluk, tapi dengan cara itu mengajarkan bahwa dirumahlah tempat mereka bukan di luar tempat mereka berlindung kelak. Memang mereka belum paham sekarang

Karena dengan Cinta aku mengajarkan dan mendidik mereka. Semua kebiasaan itu akan menjadi pelajaran yang akan mereka pahami nanti ketika dewasa dimana waktu mereka sudah tak bisa ku miliki lagi sepenuhnya. Dimana ketika mereka menjalani masa puberitas cerita dan imajinasi mereka sudah menjadi miliknya. Bukan milikku lagi...

Cinta Mengalahkan Tantangan
Cinta dan Kasih sayang orang tua tempat mereka kembali kelak.
Dan dengan itu pula mereka akan menjalani dan menata hidupnya sendiri dengan baik, menjadi apa yang mereka inginkan menuju jalan kesuksesan dengan caranya sendiri dan menceritakan kisah teladan orang tuanya kepada cucu kami kelak.

Menjadi orang tua yang hebat dan bijaksana itu tidak mudah tapi setiap Orang Tua itu hebat.  Dan setiap anak itu Juara, karena tidak ada kata selesai mendidik anak walau mereka sudah dewasa sekalipun. 

5 comments:

  1. Menjadi orangtua itu jadi berkah tersendiri. Kerepotan yang kadang dirindukan sewaktu mereka tumbuh dewasa kelak :). Karena momen kebersamaan itu ngga mungkin terulang lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kak.. menyaksikan tumbuh kembangnya sampai dewasa dan menceritakan kembali kisah2 masa kecilnya

      Delete
  2. Aku punya banyak anak kak, ya Anak Didik. hehe. Mendidik mereka dengan cinta. Belajar dri sekarang biar nanti kalo punya anak sudah terbiasa hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener ... mendidik anak memang tidak gampang tapi ada kepuasan dan menumbuhkan sifat lemah lembut kita

      Delete